Tarbiyah Nur Rahman Nur Rahim

Views: 4

Tarbiyah Nur Rahman Nur Rahim: Ketika Murabbi dan Murid Adalah Satu

“Sesungguhnya yang mendidik dan yang dididik, yang mengajar dan yang belajar, bukanlah dua pihak yang berbeda. Di balik segalanya, hanya ada satu: Nur Rahman Nur Rahim.”

Dalam setiap tarbiyah yang tampak—antara murabbi dan murid, guru dan siswa—ada realitas yang lebih dalam dan lebih halus: semua berasal dari satu cahaya, dan sedang kembali menuju satu cahaya.

Manusia sering kali memisahkan peran:

  • Ini guru, itu murid.
  • Ini yang tahu, itu yang belajar.
    Namun jika kita menyelami dengan hati yang hening, kita akan sadar: semua sedang dididik oleh Allah, melalui satu cahaya-Nya: Nur Rahman Nur Rahim.

🌌 Menghapus Dualisme: Tak Ada Aku dan Kamu

Dalam hakikat Tauhid, tak ada peran yang benar-benar terpisah. Saat seorang murabbi mengajar, sejatinya ia sedang diajar. Saat seorang murid belajar, sejatinya ia sedang mengajar hatinya sendiri.

Karena yang sejati menggerakkan proses itu bukanlah manusia, tapi Cahaya Kasih Ilahi yang mengalir dalam keduanya.

Maka tarbiyah bukan hanya proses satu arah. Ia adalah ruang sakral di mana dua jiwa sama-sama duduk dalam kehadiran-Nya, membuka diri, dan membiarkan Nur-Nya bekerja.


💫 Nur Rahman Nur Rahim: Energi Suci Pendidikan

Rahman meliputi semua makhluk. Rahim menyentuh yang berserah. Ketika sebuah ruang belajar dipenuhi dengan kesadaran ini, maka yang mengalir bukan hanya ilmu, tapi:

  • Kasih sayang yang mencerdaskan
  • Kebijaksanaan yang menyembuhkan
  • Kehadiran yang menghidupkan jiwa

Di titik inilah, tarbiyah berubah dari rutinitas menjadi ibadah, dari kegiatan menjadi pengabdian.


🔁 Tarbiyah yang Menyatu

Apakah dunia pendidikan hari ini menyadari bahwa yang mereka cari di ruang kelas sesungguhnya bukan “pengetahuan”, tapi cahaya yang menyucikan jiwa?

Kita diajak untuk kembali ke asal:

  • Bahwa guru bukan pemilik ilmu, tapi penyambung cahaya.
  • Bahwa murid bukan wadah kosong, tapi taman jiwa yang sedang mekar.
  • Bahwa ilmu bukan produk, tapi percikan Nur Allah yang harus dijaga kesuciannya.

🌱 Pendidikan Adalah Jalan Tauhid

Di sinilah letak revolusi pendidikan sejati: ketika proses belajar-mengajar menjadi jalan tauhid, bukan sekadar transfer informasi.

Kita mendidik bukan karena tahu banyak, tapi karena ingin menjadi hamba.

Dan dalam keheningan tarbiyah yang sadar, murabbi dan murid menyatu. Mereka tenggelam dalam satu cahaya: Nur Rahman Nur Rahim. Di titik ini, tidak ada lagi “siapa mengajar siapa”—yang ada hanya Allah sedang mendidik kita semua, melalui siapa pun yang Dia kehendaki.


✨ Penutup

Barangkali inilah yang dilupakan dunia modern: bahwa di balik gelar, sertifikat, metode, dan teknologi—ada cahaya lembut yang bekerja diam-diam. Dan barang siapa yang menyadari itu, maka setiap langkah tarbiyahnya akan penuh makna, penuh harap, dan penuh rasa syukur.

“Tidak ada pengajar sejati kecuali Dia. Dan tiada murid sejati kecuali jiwa yang berserah dalam cahaya-Nya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »