Views: 1
Penerapan Kalimat dalam Pendidikan Karakter Berbasis Menulis Al-Quran Metode Follow The Line
Coba bayangkan ini: “Aku hanyalah tangan yang menulis, tapi Sang Maha Penulis tetap memegang pena.” Kalimat ini bisa jadi panduan utama saat belajar menulis Al-Quran dengan metode Follow The Line. Mari kita bedah lebih lanjut!
1. Konsep Dasar
Filosofi di Balik Metode Ini:
- Siswa itu seperti “tangan” yang mengikuti garis tulisan Al-Quran (khat) yang sudah ada. Nah, Allah adalah “Pemegang Pena” yang sebenarnya, Dialah yang menjaga keaslian dan kemurnian tulisan Al-Quran.
- Ini mirip konsep muraqabah dalam ajaran tasawuf. Artinya, setiap goresan pena kita adalah bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.
Ayat Al-Quran yang Mendukung:
- Allah berfirman, “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (pena).” (QS Al-Alaq 96:3-4). Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya pena sebagai alat belajar dari Allah.
2. Penerapan dalam Metode Follow The Line
A. Cara Teknis Pelaksanaannya
Langkah-langkah Belajar:
- Persiapan Awal:
- Mulai dengan membaca Basmalah dan Doa Menulis Al-Quran: “Ya Allah, jadikan tanganku ini alat-Mu untuk menjaga kemurnian Kalam-Mu.” Doa ini penting agar hati kita siap.
- Mulai Menulis:
- Siswa akan menelusuri atau menjiplak garis-garis huruf Al-Quran yang sudah tercetak. Saat melakukannya, mereka diingatkan: “Kalian bukan sekadar meniru bentuk, tapi sedang menyambungkan ‘tali’ hubungan dengan Sang Pencipta Huruf.” Ini membuat prosesnya lebih bermakna.
- Waktu Refleksi:
- Setelah selesai, adakan diskusi: “Mengapa ya Allah menyuruh kita belajar dengan pena?” Pertanyaan ini mengajak siswa berpikir lebih dalam.
B. Pembentukan Karakter Positif
Nilai-nilai yang Akan Tertanam:
- Tawadhu (Rendah Hati): Siswa akan sadar bahwa kemampuan mereka menulis itu datangnya dari Allah.
- Disiplin: Ketelitian saat mengikuti garis-garis huruf menunjukkan bahwa kita patuh pada aturan Allah.
- Ikhlas: Tulisan yang dibuat bukan untuk pamer, tapi sebagai bentuk ibadah dan pengabdian.
Kisah yang Menginspirasi:
- Imam Ibnu Muqlah, penemu kaligrafi Arab, pernah berkata: “Aku hanya merangkai garis, tapi keindahan sejati milik Allah.” Ini menunjukkan kerendahan hati seorang ahli kaligrafi.
3. Kegiatan Pendukung
- Proyek Kaligrafi:
- Siswa diajak menulis ayat pendek (misalnya Surat Al-Ikhlas) menggunakan metode Follow The Line. Setelah itu, mereka mempresentasikan arti dan makna dari ayat tersebut.
- Jurnal Refleksi:
- Setiap selesai menulis, siswa diminta menulis di jurnal: “Apa yang kurasakan saat menulis Kalam Allah? Apakah aku jadi lebih hati-hati karena ini firman-Nya?” Ini membantu mereka merenungkan pengalaman belajarnya.
4. Manfaat untuk Pikiran dan Hati
- Motorik Halus: Kegiatan ini melatih kesabaran dan konsentrasi.
- Koneksi Batin: Setiap huruf yang ditulis jadi pengingat akan kehadiran Allah, bahwa Dia Maha Mendengar (As-Sami’) dan Maha Melihat (Al-Bashir).
- Mencegah Plagiarisme: Siswa jadi paham bahwa semua ilmu bersumber dari Allah, bukan dari diri sendiri semata.
Contoh Rencana Pembelajaran
| Sesi | Aktivitas | Nilai Karakter yang Dilatih |
| 1 | Menulis QS Al-Fatihah ayat 1-3 | Disiplin, Ketelitian |
| 2 | Diskusi makna “Alhamdulillah” | Syukur, Tawadhu |
| 3 | Proyek kaligrafi nama “Allah” | Kreativitas, Ikhlas |
Penutup
Metode Follow The Line ini tidak cuma mengajarkan cara menulis, tapi juga:
- Menguatkan Tauhid: Setiap garis yang kita ikuti adalah simbol penyerahan diri (taslim) kepada Allah.
- Membentuk Pola Pikir “Pengamat”: Siswa sadar bahwa mereka hanyalah “pengamat” yang dituntun oleh Allah dalam proses belajar.
Kata Motivasi:
“Jangan ajari anakmu menulis Al-Quran sampai mereka paham bahwa pena mereka digerakkan oleh Yang Maha Menulis.”
Dengan pendekatan ini, menulis Al-Quran menjadi perjalanan untuk lebih mengenal Allah, bukan sekadar kegiatan motorik biasa.
Wallahu a’lam bish-shawab (Dan Allah Maha Mengetahui yang benar).
