Kampanye Sosial Edukatif

Views: 1

📣 Kampanye Sosial Edukatif: Bumikan Kalamullah, Bukan Bebankan Mushafnya

“Sesungguhnya ini adalah Al-Qur’an yang sangat mulia, dalam kitab yang terpelihara, tidak disentuh kecuali oleh hamba-hamba yang disucikan.”
(QS. Al-Waqi’ah: 77–79)


🌏 Mengapa Kalamullah Harus Dibumikan?

Kalamullah yang agung tak cukup hanya dijadikan hiasan rak atau dibaca sesekali. Ia harus dibumikan—dihadirkan secara nyata ke dalam pendidikan, keluarga, dan peradaban.

Salah satu upaya riilnya adalah melalui program:
Menulis Al-Qur’an dengan Metode Follow The Line
yang dikembangkan dalam bentuk Mushaf Kolaborasi Pelajar Nusantara dan Keluarga Indonesia Mengaji.

Program ini tidak hanya mendidik tangan, tapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan ruh spiritual. Menulis ayat demi ayat adalah cara meresapi Kalamullah dengan cinta, bukan sekadar hafalan.

Namun, mengapa program seindah ini sering terhenti?


💸 Ketika Pendanaan Menjadi Kendala, Padahal Rezeki Tak Pernah Tertutup

Bukan niat umat yang kurang. Tapi banyak yang berat mengeluarkan dana untuk mushaf dan e-book Qur’an. Padahal:

  • Harga Mushaf Kolaborasi hanya Rp350.000
  • Harga e-Book Juz Amma hanya Rp10.000

Ironisnya, angka ini lebih murah dari makan siang di mal atau kuota bulanan, tapi terasa mahal saat digunakan untuk Kalamullah.

Sementara itu, untuk buku pelajaran, gadget, atau baju trendi, dana justru tersedia.


⚠️ Inilah Ironi Umat

“Syaitan menjanjikan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 268)

Manusia begitu yakin rezekinya habis jika digunakan untuk Allah, padahal Allah justru menjanjikan ganti yang lebih baik.


💡 Bagaimana Kita Bangun Kesadaran Umat?

🔹 1. Kembalikan ke Akar Spiritualitas

Mengeluarkan dana untuk Kalamullah adalah pembersih jiwa, bukan pemborosan:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

🔹 2. Libatkan Hati, Bukan Sekadar Logika

Ketika anak menulis mushaf, ia bukan sedang latihan menulis—tapi menyusun sejarah jiwanya.

🔹 3. Bangun Skema Kolektif & Wakaf

Daripada mewajibkan tiap murid, bentuk gerakan:

  • Wakaf Mushaf oleh alumni
  • Crowdfunding keluarga besar
  • Donasi wali murid bersama

🔹 4. Tunjukkan Balasan Dunia-Akhirat

Jelaskan bahwa menginfakkan harta untuk mushaf adalah investasi abadi:

“Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki terbaik.”
(QS. Saba: 39)

🔹 5. Ajak dengan Cinta, Bukan Tekanan

Gunakan narasi menyentuh:

“Berilah anak-anak kita kesempatan menulis Kalamullah agar mereka tumbuh menjadi generasi yang ditulis namanya di langit.”


Akhir Kata: Ubah Cara Pandang, Buka Pintu Berkah

Kalamullah tidak kekurangan pembela. Tapi kitalah yang kerap kurang yakin untuk membelanya.

Allah tidak butuh mushaf dicetak—kitalah yang butuh keberkahan karena turut serta mencetaknya.

Maka mari kita satukan niat, gerakkan pena, dan longgarkan hati untuk membumikan Kalamullah. Mulai dari satu mushaf, satu keluarga, satu sekolah, satu Indonesia.


🖋️ Gabung dan Dukung Program Mushaf Kolaborasi Pelajar Nusantara & Keluarga Indonesia Mengaji
💻 Kunjungi: www.dibilqa.id
📞 Hubungi kami untuk program wakaf, kolaborasi sekolah, atau distribusi mushaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »