Belajar Menulis

Views: 15

BELAJAR MENULIS MUSHAF AL-QUR’AN SECARA MANDIRI DENGAN DITIBILQA.ID

Menjadi Guru Bagi Diri Sendiri dalam Menulis Mushaf Al-Qur’an

Dalam program Digital Interaktif Tadabbur Iqra Bil Qalam (Ditibilqa.id), aktivitas belajar menulis mushaf Al-Qur’an dilakukan dengan metode Follow the Line, yaitu menulis satu lembar setelah selesai shalat wajib lima waktu. Program ini mengajak setiap peserta untuk menjadikan mushaf yang mereka tulis sebagai karya pribadi yang bernilai ibadah.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: Siapa yang mengajar, membimbing, dan mengevaluasi? Jawabannya adalah setiap individu menjadi guru bagi dirinya sendiri. Karena sifatnya terbuka, Ditibilqa.id memberikan kebebasan bagi setiap peserta untuk belajar secara mandiri dan bertanggung jawab atas perkembangan mereka sendiri.

Pentingnya Kemandirian dalam Belajar

Konsep “Setiap individu menjadi guru bagi dirinya sendiri” menekankan pada:

  1. Muroqobah Diri – Menulis Al-Qur’an bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga bentuk tadabbur yang membutuhkan kesadaran dan keikhlasan. Dengan menjadi guru bagi diri sendiri, setiap individu belajar dengan penuh kesadaran dan refleksi.
  2. Keterlibatan Keluarga – Bagi anak-anak, peran orang tua sebagai pendamping sangat penting. Mereka tidak hanya memastikan ketepatan tulisan tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Orang tua pun ikut belajar dan bertumbuh bersama anak-anak mereka.
  3. Evaluasi Berbasis Komunitas – Meskipun bersifat mandiri, komunitas pengguna Ditibilqa.id bisa menjadi tempat berbagi pengalaman, tips, dan saling memotivasi dalam perjalanan menulis mushaf.
  4. Spirit Belajar Seumur Hidup – Konsep ini tidak hanya menjadikan seseorang penulis mushaf, tetapi juga membentuk mentalitas pembelajar yang terus berkembang sepanjang hidupnya.

Peran Orang Tua sebagai Guru bagi Anak-Anaknya

Bagi anak-anak yang baru mulai belajar menulis Al-Qur’an, peran orang tua sangat diperlukan. Mereka menjadi guru pertama yang membimbing anak-anak dengan sabar dan penuh kasih sayang. Dengan ikut menulis bersama, orang tua juga mendapatkan manfaat spiritual, meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan menumbuhkan kebiasaan baik dalam keluarga.

Kesimpulan

Model pembelajaran dalam Ditibilqa.id tidak hanya menjadikan seseorang penulis mushaf, tetapi juga membentuk ekosistem pendidikan Islam berbasis kesadaran, kemandirian, dan kebersamaan. Program ini cocok untuk era digital di mana akses ilmu terbuka luas dan pembelajaran tidak harus bersifat hierarkis, melainkan kolaboratif serta berbasis pengalaman pribadi.

Mari jadikan menulis Al-Qur’an sebagai bagian dari perjalanan spiritual kita, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Mulai sekarang, tulis mushafmu dan jadikan ia warisan berharga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »